46 Contoh Puisi Bermacam-Macam Tema Lengkap

Berikut ini merupakan contoh-contoh puisi yang memiliki tema yang acak, meliputi puisi singkat, puisi bertema guru, puisi bertema pahlawan, pengorbanan, dan lainnya. Semoga bermanfaat.

Contoh Puisi Bermacam-Macam Tema Lengkap
Contoh Puisi Bermacam-Macam Tema Lengkap

1. Contoh Puisi bertema mimpi dan kebebasan dengan judul “Andaikan” Karya Nina larasati

Aku terdiam
Terduduk lemas di atas tanah
Aku termenung
Berbagai pikiran tak menentu
Menyatu dalam sebuah mimpi
Air mata tak kuasa kutahan
Menetes setetes demi setetes
Aku memandang ke angkasa
Kupandang satu per satu
Mulai awan sampai debu
Andaikan saja
Aku seperti burung di angkasa
Terbang bebas melayang tanpa beban
Tapi itu hanya impian
Impian adalah khayalan tanpa perjuangan
Aku paham, aku tahu
Hidup adalah perjuangan
Jika tidak berjuang
Kapan akan menang

Sumber: Bobo, XXXII

2. Contoh puisi bertema perubahan berjudul “Metamorfosis 1”

Berapa wajah
dalam sendiriku
ketika seribu kaca
tempat berkaca
memantulkan bayangan
tulisan-tulisan masa lalu
Berapa wajah
dalam ketaksadaranku
ketika kalbu mengeja seluruh kalbu
dan lingkaran perjalanan waktu
Semua seakan bersentuhan
bersenyawa dalam ingatan
Berapa wajah
ketika setiap kali berubah jumlah

Malang, Februari 2004
Sumber: 142 Penyair Menuju Bulan, 2006

3. Contoh Puisi bertema Berkorban dan Menolong dengan judul “Sahabatku” Karya: Soekri St.

Papa,
Sebelum pesta berlangsung
Izinkan aku menengok ke belakang
Di sana sahabatku yang miskin
Hidup dengan berjualan koran
Papa,
Dia teman sekelasku
Juga lulus dalam ujian
Nilainya yang tinggi
Sangat kusayangkan
Kini
Aku minta kesediaan papa
Menyerahkan biaya pestaku
Untuk meringankan ongkos
Masuk sahabatku di SMA

(Sumber: Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, 2003)

4. Contoh Puisi bertema Berjuang Melawan Kemiskinan berjudul “Kemiskinan” Karya: Iwan Tatang H.

Kemiskinan yang selalu membelenggu
melingkari diri yang tiada kuasa mengelak
dari kenyataan yang menikam

Kemiskinan yang ada dan selalu menjelang
hanya dapat kurenungi
dan kucerca lewat kata-kata sajakku

Kemiskinan yang meraja
adalah segala-gala diriku
hidupku, miskin harta
sajakku, miskin makna
(tapi aku selalu berusaha dan berjuang menghapus kemiskinan dengan daya yang tersisa)

(Sumber: Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, 2003)

5. Contoh Puisi bertema Korupsi berjudul “Kepada Koruptor” Karya: Abdurahman Faiz

Gantilah makanan bapak
dengan nasi putih, sayur, dan daging
jangan makan uang kami
lihatlah air mata para bocah
yang menderas di tiap lampu merah
jalan-jalan Jakarta
dengarlah jerit lapar mereka
di pengungsian
juga doa kanak-kanak
yang ingin sekolah

Telah Bapak saksikan
orang-orang miskin memenuhi
seluruh negeri
tidakkah menggetarkan Bapak?

Tolong, Pak
gantilah makanan bapak
seperti manusia
jangan makan uang kami

(Sumber: Untuk Bunda dan Dunia, 2006)

6. Contoh Puisi bertema Keindahan Negara yang di Manfaatkan Asing dengan judul “Negeriku” Karya: K.H. Mustofa Bisri

mana ada negeri sesubur negeriku?
sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tebu, dan jagung tapi juga
pabrik, tempat rekreasi, dan gedung
perabot-perabot orang kaya di dunia

dan burung-burung indah piaraan mereka berasal dari hutanku
ikan-ikan pilihan yang mereka santap bermula dari lautku
emas dan perhiasan mereka digali dari tambangku
air bersih yang mereka minum
bersumber dari keringatku

mana ada negeri sekaya negeriku?
majikan-majikan bangsaku
memiliki buruh-buruh mancanegara
brankas-brankas bank ternama di mana-mana
menyimpan harta-hartaku
negeriku menumbuhkan konglomerat
dan mengikis habis kaum melarat
rata-rata pemimpin negeriku
dan handai taulannya
terkaya di dunia

mana ada negeri semakmur negeriku
penganggur-penganggur diberi perumahan
gaji dan pensiun setiap bulan
rakyat-rakyat kecil menyumbang
negara tanpa imbalan
rampok-rampok diberi rekomendasi
dengan kop sakti instansi
maling-maling diberi konsesi
tikus dan kucing
dengan asyik berkolusi

(Sumber: Apresiasi Puisi, 2002)

7. Contoh Puisi Singkat berjudul “Hatta” Karya: Abdurahman Faiz

Engkau adalah kenangan
yang tumbuh
dalam kepala dan jiwaku

Suatu malam kau datang
dalam mimpiku
katamu:
jangan lelah menebar kebajikan
jadikan kesederhanaan
sebagai teman paling setia

8. Contoh Puisi bertema ulang tahun dan kesedihan “Tujuh Luka di Hari Ulang Tahunku” Karya: Abdurahman Faiz

Sehari sebelum ulang tahunku
aku terjatuh di selokan besar
ada tujuh luka membekas, berdarah
aku mencoba tertawa, malah meringgis

Sehari sebelum ulang tahunku
negeriku masih juga begitu
lebih dari tujuh luka membekas
kemiskinan, kejahatan
korupsi di mana-mana
pengangguran, pengungsi
jadi pemandangan
yang meletihkan mata
menyakitkan hati

Tapi ada yang seperti lucu
di negeriku
orang yang ketahuan berbuat jahat
tidak selalu dihukum
namun orang baik bisa dipenjara

Pada ulang tahunku yang kedelapan
aku berdiri di sini dengan tujuh luka
sambil membayangkan Indonesia Raya
dan selokan besar itu
Tiba-tiba aku ingin menangis

(Sumber: Untuk Bunda dan Dunia, 2006)

9. Contoh Puisi Bertema Laut dengan judul “PELAUT” Karya R. Dayoh

Perahu layar, melancar gembira,
Bercermin ria di kandung segara,
Gempita air berbuih, memutih,
Menyanyi kidung pelaut yang sakti,

Bendera Indonesia,
Melagu tembang megahnya pelaut,
Yang gagah berani menghadapi maut,
Menangkis gelombang bertalu-talu.
Sekarang panji leluhur berdendang,
Bersyair ragam Angkatan Baru,
Semangat raga berkobar berjuang,
Mengangkat hormat derajat dahulu.

Bersorak ramai, pemuda berlayar,
Mengarung selat, jelajah Samudera,
Menghimpun jasa perkasa perwira
Diancam maut tawakal dan sabar

(Depdikbud, 1995)

10. Contoh Puisi tentang Kerinduan berjudul “Ranggas” Karya: Jalaindra

di tanah kering ini aku berpijak
mengakar di kerasnya bebatuan sunyi
sendiri melewati pergantian hari
di sela-sela karang kucari sisa embun
membungkam teriak pilu dahaga
mendendam pada terik dan nyala
sudah terlalu lama tubuhmu tak lagi kuindra
sulur-sulurku merindu mengayun tubuhmu
rerantingku mengeringrapuh
menunggu patah dan luruh
dedaunanku telah layu
hampir menguningkering
hampir gugur dari reranting
akar-akarku merindu sesapan kesejukan
yang bermata air dari bibirmu
yang mengalir melalui telaga pelukmu

(jtngr, 0408)

11. Contoh Puisi Singkat dengan Judul “Kenangan” Masa Kecil Oleh: Eka Budianta

Meskipun kurang jelas
Ia masih ingat bahwa
Tempat ia bermain
Semasa kanak-kanak
Ialah plaza yang kini
Diapit jalan itu
Sehingga sukar baginya
Untuk membayangkan kembali
Bagaimana ia bisa
Menggembalakan domba-dombanya
Di tengah-tengah
Jalan raya

12. Contoh Puisi Bertema Pahlawan dengan judul “Pahlawan Tak Dikenal” oleh Toto Sudarto Bachtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu
Dia masih sangat muda
Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalinya
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda

Toto Sudarto Bachtiar, Suara, 1950

13. Contoh Puisi Singkat “KARANGAN BUNGA” Karya: Taufiq Ismail

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi.”

14. Contoh Puisi Singkat berjudul “AKU” Karya: Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

15. Contoh Puisi berjudul “Kubu” Karya: Subagio Sastrowardoyo

Bagaimana akan bergembira pada detik ini ada bayi
mati kelaparan atau seorang istri bunuh diri
karena sepi atau setengah rakyat terserang wabah sakit
barangkali di dekat sini atau jauh di kampung orang
Tak ada alasan untuk bergembira
selama masih ada orang menangis
di hati atau berteriak serak minta merdeka
sebagai manusia terhormat dan berpribadi
barangkali di dekat sini atau jauh di kampung dan berdoa
Untuk dunia yang lebih bahagia atau menyiap
senjata dekat dinding kubu dan menanti

16. Contoh Puisi tentang Perjuangan Seorang Bapak berjudul “Ayah” Karya : Adryan Ardan

Ayah
Kutahu kau teramat penat
Setelah seharian peras keringat
Bau debu jalanan juga asap kendaraan
Menempel di badan lekat-lekat

Ayah…
Pekerjaanmu sungguh mulia
Membersihkan jalan yang kotor
Akibat daun rontok dan sampah
Walaupun upah sering terlambat
Engkau tetap sabar dan tawakal

Ayah
Berkat jasamu ku bisa sekolah
Bagiku Ayah seorang pahlawan
Iringan doaku kepada Tuhan
Semoga Ayah sehat walafiat
Selama hayat dikandung badan

(Sumber: Bobo, Tahun XXXV, 9 Agustus 2007, hlm. 17)

17. Contoh Puisi Bertema Kuatnya Perempuan dengan Judul “Perempuan-Perempuan Perkasa” Karya: Hartoyo Andangjaya

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta
dari manakah mereka
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
Sebelum peluit kereta api terjaga
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta
ke manakah mereka
Di atas roda-roda baja mereka berkendara
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota
Mereka hidup di pasar-pasar kota
Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul dalam kereta
siapakah mereka
Akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

18. Contoh Puisi Singkat

Bangsaku
Setiap saat kami berbuat
Demi kamu
Bangsaku
Tumpah darahku
Kami tidak lupa
Perjuangan pahlawanku
Masa lalu
Demi kamu
Oh Tuhan, tunjukilah
Kami
Pewaris bangsa
Oh Tuhan, lindungilah zamrud khatulistiwa
Tulang sumsum bangsa

(Sumber: Antologi Puisi 21 Penyair Solo, hlm. 23)

19. Contoh Puisi tentang Ibu berjudul “Surat dari Ibu” Asrul Sani

Pergi ke dunia luas,anakku sayang
Pergi ke hidup bebas!
Selama angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinari daun-daunan
Dalam rimba dan padang hijau

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
Pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
Dan warna senja belum kemerah-merahan
Penutup pintu waktu lampau

20. Contoh Puisi tentang Maaf oleh Soerjo Sani, S.

Kata Maaf
ribuan kata terserak di antara namamu
ada kata caci, kata maki, kata benci
namun lebih sering ku menemukan
kata kasih, kata cinta, kata surga
hanya saja kesemuanya bisu
ada satu kata bersuara mengelus ibaku
mencoba bertahan pada air mata
benarkah kau tak pernah mau memaafkan?

mungkin aku harus mengingatkanmu
bahwa aku datang
untuk menjamah perasaanmu

Soerjo Sani, S. (Pada Tepi Hari Itu)

21. Contoh Puisi berjudul “Terompet Tahun baru” karya Joko Pinurbo

Aku dan Ibu pergi jalan-jalan ke pusat kota
untuk meramaikan malam tahun baru.
Ayah pilih menepi di rumah saja
sebab beliau harus menemani kalender pada saat-saat terakhirnya.
Hai, aku menemukan sebuah terompet ungu
tergeletak di pinggir jalan.
Aku segera memungutnya
dan membersihkannya dengan ujung bajuku.
Kutiup berkali-kali, tidak juga berbunyi.
Mengapa terompet itu bisu. Ibu
mungkin karena terbuat dari kertas kalender, anakku.

Sumber: Apresiasi puisi, 2003

22. Contoh Puisi tentang Perjuangan Pahlawan “Di Bawah Layar” Karya D. Zawawi Imron

…………………..
Olle ollang
Memanjat ombak
Mengejar angin
Menurut cerita
Aku ini keturunan pejuang
Penguasa laut jawa
Pada abad-abad yang lalu
Maka mekarlah daun telingaku
Maka kembanglah isi dadaku
Begitu engkau menyebut namaku
~ Karaeng Gaksong ~
Di atas pinisi
Dialah yang paling gagah berdiri di haluan
Dan tangan siap di tangkai badik
Mata nyalang berhulu ke magma
enatap cakrawala
Di gigir laut
Seiring kapal kompeni
Siri bergolak melebihi ombak
Dalam darah
…..
Olle ollang
Memanjat ombak
Mengejar angin
Menurut cerita
ku ini keturunan pejuang
Penguasa laut jawa
Pada abad-abad yang lalu
Maka mekarlah daun telingaku
Maka kembanglah isi dadaku
Begitu engkau menyebut namaku
~ Karaeng Gaksong ~
Di atas pinisi
Dialah yang paling gagah berdiri di haluan
Dan tangan siap di tangkai badik
Mata nyalang berhulu ke magma
Menatap cakrawala
Di gigir laut
Seiring kapal kompeni
Siri bergolak melebihi ombak
Dalam darah
…..

23. Contoh Puisi Pendidikan berjudul “Pelajar” oleh Alpin Dianto

Wahai pelajar
Junjunglah cita-citamu
Kaulah satu-satunya harapan bangsa
Demi masa depan yang cerah
Di dunia ini hanyalah dirimu
Yang bisa meneruskan perjuangan pahlawan
Demi nama baik bangsa
Di hadapan dunia
Aku tahu kau pasti bisa
Di hatimu ada tekad kemauan
Sehingga cita-citamu tercapai
Hingga dunia bangga padamu
Jagalah nasihat gurumu
Karena indah kau berhasil
Sehingga kau jadi orang sukses
Dambaan bangsa dan orang tua

SMP 3 Semin, Yogyakarta

24. Contoh Puisi tentang Guru oleh Ariadne Noven & Gianjar Astuti

Guru
Engkau garam hidupku
Pelita harapanku
Cahaya hidupku
Engkau yang membimbing,
Menuntun dan mengajariku
Semua ilmu yang kau punya
Guru…
Sungguh mulia dan
Suci hatimu
Engkau tak hanya
Sekedar memberi ilmu
Tetapi juga budi pekerti
Betapa besar pengorbananmu
Yang engkau berikan
Kepada tunas bangsa ini
Itu semua
Tak dapat kami balas
Dengan apa pun
Tetapi kami akan
Berjanji dan berusaha
Membalasnya dengan cinta kami

SMP Pangudi, Luhur Sedayu, Yogyakarta

25. Contoh Puisi tentang Anak Jalanan berjudul “Nyanyian Luka Anak Jalanan”

Pagi kemarin ia masih tersenyum
Memainkan gitar tua
Di sebuah halte dekat sekolah
Pagi ini ia tetap tertawa
Membawakan lagu anak jalanan
i tengah lautan anak berseragam
Pagi lusa mungkinkah ia ceria
Menemui masa depan cerah
Belajar dan berkarya
Andai bisa memilih
Ia kan gantungkan gitar tua
Demi mengejar asa

26. Contoh Puisi Bertema Alam yang Sedang Banyak Bencana berjudul “Amarah Bumi” karya Ony Aprilia Arum Sari

Kaulah tempat aku berpijak
Di mana aku hidup
Di mana aku mati
Terlewat aku bersemi
Getar dan goncangmu
Kau keluarkan juga
iak dalam perutku
Kau balas dendamku
Teriak tangis terdengar sayu
Tersayat-sayat isi hatiku
Melihat segala murkamu
Takkan kulupakan peristiwa itu

SMP Pangudi Luhur Sedayu, DIY

27. Contoh Puisi berjudul “Aku Cinta Bahasa Indonesia” oleh Dwi Trisnawati

Aku ini seorang pelajar yang gemar membaca
Ku yakin dengan membaca ilmuku akan bertambah
Untuk mencapai cita-cita, aku belajar dengan sungguh-sungguh
Cita-citaku untuk bangsa dan negara
Ingin selalu, aku menjadi penerus yang berguna
Nasihat dari guruku, akan kuingat dalam ingatanku
Teringat masa depan yang kian mendekat
Aku berdoa semoga cita-citaku terkabulkan
Betapa senangnya hatiku bila cita-citaku tercapai
Aku bangga dengan manfaat dari giat membaca
Hari-hari yang penuh keceriaan
Akan kugunakan dengan sebaik-baiknya
Setiap waktu kan kugunakan dengan menulis maupun membaca
Alhamdulillah ilmuku kian bertambah
Indonesia tanah air yang
kucinta
Nama Indonesia kan
Kuukir indah di hatiku
Dengan penuh kecintaan terhadap budaya asli Indonesia
Orang yang paling berjasa di negara adalah pahlawan bangsaku
Nama-nama beliau terkenal di semua penjuru
Engkaulah pahlawan yang sejati
Selama ini kusimpan sebuah kecintaan
Inilah saat yang tepat, kuungkap isi hatiku,
Bahwa
Aku cinta bahasa Indonesia

SMPN 1 Mlati, Sleman, DIY

28. Contoh Puisi dengan Judul “Bukan Beta Bijak Berperi” oleh Rustam Effendi

Bukan beta bijak berperi,
Pandai mengubah madahan syair,
Bukan beta budak negeri,
Mesti menurut undangan mair.
Sarat saraf saya mungkiri,
Untai rangkaian seloka lama,
Berai buang berai singkiri,
Sebab laguku menurut sukma.
Susah sungguh saya sampaikan,
Degup-degupan di dalam kalbu,
Lemah laun lagi degungan,
Matnya digamat rasaian waktu.
Sering saya susah sesaat,
Sebab madahan tidak nak datang,
Sering saya sulit menekat,
Sebab terkurang lukisan memang.
Bukan beta bijak berlagu,
Dapat melemah bingkaian pantun,
Bukan beta berbuat baru,
Hanya mendengar bisikan alun.

29. Contoh Puisi tentang Kerinduan Pada Seorang “Ibu” Karya: D. Zawawi Imron

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
hanya mata air air matamu ibu, yang tetap lancar mengalir
bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar
ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti
bila kasihmu ibarat samudra
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat, dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara, dan kembang laut semua bagiku
kalau ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu ibu, yang akan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu
bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
ibulah itu, bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku

30. Contoh Puisi tentang Guru dan Murid berjudul “Dari Seorang Guru Kepada Murid-muridnya” oleh Hartoyo Andangjaya

Apakah yang kupunya, anak-anakku
selain buku-buku dan sedikit ilmu
sumber pengabdian kepadamu
Kalau di hari Minggu engkau datang ke rumahku
aku takut, anak-anakku
kursi-kursi tua yang di sana
dan meja tulis sederhana
dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya
semua padamu akan bercerita
tentang hidup di rumah tangga
Ah, tentang ini aku tak pernah bercerita
di depan kelas, sedang menatap wajah-wajahmu remaja

Horison yang selalu biru bagiku
karena kutahu, anak-anakku
engkau terlalu muda
engkau terlalu bersih dari dosa
untuk mengenal ini semua

Sumber : Teori dan Apresiasi Puisi, Herman J. Waluyo

31. Contoh Puisi berjudul “Ketika Bulan Lahir”

Ketika bulan lahir ketika langitnya terang
Bersijajar bapa dan aku di depan rumah
Ku bertanya apakah bapa punya dongeng indah
dan bapa di sisiku menjawab riah
Ketika bulan lahir ketika langitnya terang
Bersicengkrama kami memintal kasih di bawahnya
Usia yang meningkat diayun aku di sinarnya lembut
Bapa terlewat tanganmu membelaiku teramat lembut
Dulu ketika bulan lahir ketika langitnya terang
bapa suka bercerita
di bulan ada nenek
di bulan ada gunung
Bapa ya bapa kukenang mesra ceritamu
Kenapa tak lama kecilku kau dukung aku di punggungmu
Kini bertahun sudah merindu aku di bulan lahir
Di bulan lahir bapa ku tunggu tak kunjung hadir

Sumber: Perjalanan Berdua, 3 Agustus 2004

32. Contoh Puisi Singkat Berjudul “Kenangan Masa Kecil”

Meskipun kurang jelas
Dia masih ingat bahwa
Tempat ia bermain
Semasa kanak-kanak
Ialah plaza yang kini
Diapit jalan itu
Sehingga sukar baginya
Untuk membanyangkan kembali
Bagaimana ia bisa
Menggembalakan domba-dombanya

Sumber: Rumahku Dunia, Jakarta 1993

33. Contoh Puisi tentang Anak Jalanan Berjudul “Si Kecil di Lampu Merah” Karya Satyaningsih

Di seberang jalan di lampu merah
Bermandi peluh seka keringat
Mendekap koran barang jualan
Tuk hidupi diri sendiri
Si kecil menahan lapar
Tahan haus yang menyiksa
Tapi apalah daya
Sang uang sedang dicari
Dia pedagang asongan
Yang masih muda belia
Tak gentar hadapi hidup
Yang menuntunnya ke pelukan duka
Saksi bisu lampu merah
Akan perjuangannya
Akan keluh kesahnya
Yang tiada berkesudahan

34. Contoh Puisi tentang Akibat Hidup Malas “Pancaran Hidup” Karya: Amal Hamzah

Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi

Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta

Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-teguh semata
Tiada cacat membuat celaka

hatiku marah:
Orang begini tak perlu dikasihani
Di dunia Alloh penuh rezeki
Ia tinggal bermalas diri

Sumber: Ajip Rosidi, Laut Biru Langit Biru, Jakarta: Pustaka Jaya, 1977.

35. Contoh Puisi Berjudul “Doa untuk Indonesia” oleh Abdul Hadi W.M.

Tidakkah sakal, negeriku? Muram dan liar
Negeri ombak
Laut yang diacuhkan musafir
Karena tak tahu kapan badai keluar dari eraman
Negeri batu karang yang pemai, kapal-kapal menjauhkan diri
Negeri burung-burung gagak
ang bertelur dan bersarang di muara sungai
Unggas-unggas sebagai datang dan pergi
Tapi entah untuk apa
Nelayan-nelayan tak tahu.

36. Contoh Puisi Berjudul “Kembalikan Indonesia Padaku” oleh Taufiq Ismail

Kepada Kang Ilen
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt, sebagian berwarna putih
dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola
yang bentuknya seperti telur angsa,
hari depan Indonesia adalah Pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta
penduduknya,
kembalikan Indonesia padaku
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 watt,
Hari depan Indoenesia adalah Pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam lantaran
berat badannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus mulut yang menganga, dan di
dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 watt, sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam dan membawa seratus juta bola lampu 15 watt ke dasar lautan,
Kembalikan Indonesia padaku
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Kembalikan Indonesia Padaku

Paris, 1971

37. Contoh Puisi berjudul “PERBAWATI-SUKABUMI” oleh Slamet Sukirnanto

Karena mendung tergeser dari langit
Tundalah kantukmu barang sejam
Mari! Mengurai cahya terang di bukit
Tubuh menggigil dan dingin yang menggigit
Sebelum tiba saatnya
Api pendiangan bakal padam
Bakal kehilangan hangatnya bara
Sebab dalam kegelapan itu
Antara kita tiada mampu
Melahirkan kata-kata
Jiwa dan jiwa yang mengembara
Entah ke sorga entah ke mana?
Bicaralah lidah yang arif
Adakah kau bawa dendam itu juga
Yang meberat dari pusat kota.
Di sini diantara dua bukit
Percakapan telah bangkit
Dari lembah yang dalam
Mengatas menggapai awan
Mengurai kisah dan peristiwa
Mengeja kembali yang lampau
Dan meraih yang remang
Yang bakal datang
Seperti udara dingin
Mendobrak tulang
Di tengah senyap malam
Ada yang tetap menggetarkan batinmu!
Bicaralah lidah yang arif
Adakah kau bawa dendam itu juga
Yang memberat dari pusat kota?

27 Oktober 1977
Perkemahan-Budaya
Perbawati-Sukabumi

Sumber: Catatan Suasana (Kumpulan Puisi), Slamet Sukirnanto, hlm. 80.

38. Contoh Puisi Berjudul “DENGAN PUISI, AKU”

Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
afas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenanlah kiranya

(Sumber. Tirani dan Benteng, Taufiq Ismail)

39. Contoh Puisi berjudul “Retorika pada Suatu Malam” Karya: Taufiq Abi Sabda

Perempuan dan pandangnya yang sayu
tengah malam berkesah tiba-tiba
tentang harapan dan kulit yang mulai mengeriput
membuat matanya sulit memejam

Nak, hari nanti tak lagi dapat kutebus biaya sekolahmu
tak apalah cukup kautahu beberapa abjad
untuk membaca hidup dengan penuh pengertian
janganlah pula kecil hati
sebab esok masih banyak yang bisa kaupelajari
dengan biaya mempertaruhkan nyali

Perempuan dan pandangnya yang sayu
bertimbang pada lampu jalan dan sepi
di depan pasar, sudut kota dekat terminal

Solo, 2006

40. Contoh Puisi Singkat berjudul “Lagu Batin” Karya: Dorothea Rosa Herliany

inilah lagu batinku, suarasuara angin di antara musim
salju, daundaun membeku, rantingranting tak bergoyang,
dan burungburung yang mati kedinginan
biarlah akhirnya hanyut oleh suarasuara sungai mengalir,
dari negeri mimpi, biarlah akhirnya cuma bergumam
dalam pukulan batubatu karang, biarlah akhirnya pulas
oleh alunan riakriak, takkan diam hatiku memetikkan
dawaidawai gitar menghiburmu!

(Antologi Puisi, Kempompong Sunyi, Balai Pustaka)

41. Contoh Puisi berjudul “Namaku Toraja” Karya: Husni Djamaludin

di uratku deras mengalir sungai Sa’dang
tulang igaku tanduk-tanduk kerbau belang
nafasku angin pegunungan angin lembut di rumput ilalang
langit bapaku bumi ibuku
toraja namaku
benihku tumbuh di batu tumbuh di tanah
benihku padi di ladang padi di sawah
benihku julang di gunung tabah di lembah
benihku pohon-pohon kopi belukar damar-damar hutan cemara
namaku toraja
benihku tak hangus di api tak benam di air
benihku tak luka di badik tak koyak di tombak
benihku tak tebas di pedang tak tembus di panah
benihku langit kakeknya bumi neneknya
namaku toraja

(Sumber: Horison, Januari 2005)

42. Puisi Singkat tentang Guru berjudul “Guruku” Karya: Indriani Hustin

Sebuah pelita yang kau berikan padaku
Untuk menerangkan jalan yang gelap gulita
Untuk kebenaran dan keselamatan
Untuk bekal hidup di kemudian hari
Kau laksana sebuah lilin
alaupun dirimu terbakar
Tapi . . . kau tetap bersinar terang
Kau tak pernah mengeluh
Dan tak pernah mengharap tanda jasa

43. Contoh Puisi berjudul “Lagu Gadis Itali”

Kerling danau di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali

Jika musim tiba nanti
Jemput abang di teluk Nopoli.
Kerling danau di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali

Sedari abang lalu pergi
Adik rindu setiap hari.

Kerling danau di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Andai abang tak kembali
Adik menunggu sampai mati.

Batu tandus di kebun anggur
Pasir teduh di bawah nyiur
Abang lenyap hatiku hancur
Mengejar bayang di salju gugur.

Sumber : Sitor Situmorang, dalam Waluyo, 1995.

44. Contoh Puisi dengan Judul “Krawang Bekasi”

Kami yang kini terbaring antara KrawangBekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa
memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan
kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

45. Contoh Puisi tentang Pahlawan berjudul “Diponegoro”

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang

46. Contoh Puisi Singkat berjudul “Aku”

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan itu
Aku ini binatang jalan
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Baca juga Contoh-Contoh Puisi Lengkap Berikut ini:
Contoh Puisi Cinta
Contoh Puisi Agama
Contoh Puisi tentang Alam

Related Post to 46 Contoh Puisi Bermacam-Macam Tema Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *